Para korban gempa di Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Pagelaran mengalami kekurangan tenda untuk tempat tinggal sementara mereka di tempat pengungsian. Sementara Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Cianjur mengaku kewalahan menerima permohonan kebutuhan tenda tersebut.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Ketua SATGANA PMI Cabang Kabupaten Cianjur H. Rudi Syachdiar H, SH. menurut dia permohonan kebutuhan tenda dari para pengungsi di Kecamatan Pagelaran dan Sindangbarang terus berdatangan. Padahal pihaknya sudah mendirikan tenda sebanyak 40 tenda di Kecamatan Sindangbarang dan 20 tenda di Kecamatan Pagelaran.
Namun warga yang membutuhkan tenda sepertinya jauh lebih banyak sehingga tenda-tenda yang sudah dibangun masih belum mencukupi, sebab tidak sedikit dari pengungsi yang masih tinggal di tenda yang hanya tertutup bagian atasnya. Sementara tenda PMI bagian sampingnya tertutup.
Saat ini hampir 70% pengungsi masih menggunakan tenda-tenda yang kurang layak, sedangkan tenda PMI jumlahnya terbatas.
Selain itu PMI juga masih memikirkan cara memenuhi kebutuhan MCK, termasuk siapa yang memiliki kewenangan menanganinya. Demikian pula dengan penanganan sampah eks bungkus makanan serta jenis sampah lainnya di lokasi, hingga saat ini belum tertangani secara optimal.
Berdasarkan catatan jumlah pengungsi paling banyak di Kabupaten Cianjur berada di wilayah Sindangbarang, alasannya lokasinya berada di dekat pantai sehingga yang rusak sangat banyak, misalnya di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang terdapat tiga lokasi pengungsian.